Objek Wisata Unggulan

Taman Prasejarah Leang-Leang

Jejak Peradaban Tertua di Sulawesi Selatan

Tentang Situs

Sejarah Leang-Leang

Taman Prasejarah Leang-Leang menyimpan salah satu galeri lukisan cadas tertua di dunia. Di dinding gua-gua karst berusia puluhan ribu tahun, manusia prasejarah meninggalkan gambar tangan dan hewan yang hingga kini memukau para peneliti dan pengunjung dari seluruh dunia.

Kawasan Leang-Leang terletak di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, di tengah bentang alam karst Maros-Pangkep yang megah. Nama “Leang-Leang” sendiri berarti “gua-gua” dalam bahasa setempat, merujuk pada banyaknya gua yang tersebar di kawasan ini.

Situs ini menjadi terkenal setelah ditemukannya lukisan cadas berupa cap tangan (hand stencil) dan gambar hewan pada dinding gua. Penelitian modern menunjukkan sebagian lukisan ini berusia puluhan ribu tahun, menjadikannya salah satu bukti seni figuratif tertua yang pernah ditemukan umat manusia.

Gua Leang Pettae dan Leang Petta Kere adalah dua gua yang paling dikenal. Di sinilah pengunjung dapat menyaksikan langsung jejak tangan manusia purba serta gambar babirusa yang legendaris — saksi bisu kehidupan ribuan tahun silam.

Galeri

Pemandangan Kawasan

Rencanakan Kunjungan

Informasi Kunjungan

Jam Operasional

  • Selasa – Minggu08.00 – 16.00 WITA
  • SeninTutup

Tiket Masuk

  • Wisatawan DomestikRp 15.000
  • Wisatawan MancanegaraRp 25.000

Harga tiket dan jam operasional dapat berubah. Disarankan menghubungi pengelola sebelum berkunjung.

Petunjuk Arah

Tips Berkunjung

  • 1Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari saat cuaca masih sejuk.
  • 2Kenakan alas kaki yang nyaman karena terdapat anak tangga menuju gua.
  • 3Jaga kelestarian situs — dilarang menyentuh atau merusak lukisan cadas.
  • 4Bawa air minum yang cukup dan pelindung dari sinar matahari.